|
Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR |
|
Written by Administrator / Divisi PR, Publikasi, dan IT
|
|
Tuesday, 07 October 2008 |
|
DEN HAAG, SELASA - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengeluarkan sikap keperihatinan terkait rencana 12 anggota DPR yang akan melawat ke Eropa tanggal 9 hingga 13 Oktober. Pernyataan itu dikeluarkan Anggota Presidium PPI Belanda Yohanes Widodo kepada Persda Network, Selasa (8/10) di Den Haag, Belanda. Yohanes mengatakan, sebanyak 12 orang anggota DPR akan ke Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, dan kembali ke Jakarta. Untuk itu PPI Belanda khawatir lawatan tersebut hanya untuk membalut agenda jalan-jalan dengan alasan studi banding ke Bank Sentral Jerman mengenai Peran dan Kewenangan Bank Sentral. PPI Belanda mendapat informasi bahwa perjalanan yang dibiayai dengan uang rakyat itu hanya resmi bekerja 1 jam untuk bertemu mitra di Bank Sentral Jerman. Sisanya merupakan agenda city tour dan sightseeing. Berdasarkan informasi tersebut, maka PPI Belanda menyatakan sikap. Pertama, memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung dengan plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding. Kedua, penolakan ini didasarkan pada pertimbangan DPR tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan utang Indonesia yang masih banyak. Jika sekadar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan oleh para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, dengan berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Atau jika tujuannya untuk belajar bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia. Ketiga, menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di bandara. Dan keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut. “Kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan,” ujar Yohanes mewakili Presidium PPI Belanda. Sumber : Persda Network
Source : Kompas.com
|
|
|
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H |
|
Written by Administrator / Divisi PR, Publikasi, dan IT
|
|
Wednesday, 01 October 2008 |
|
Bismillahirahmanirahim
Hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri 1429H. Satu bulan sudah, mereka berpuasa dan beribadah menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa, hinggak akhirnya, pada satu Syawal, mereka bisa kembali kepada fitrahnya dan lunturlah kesalahan yang pernah mereka berbuat. Insya Allah. Kami, komite PPI Singapura tidak luput dari berbagai kesalahan, baik itu secara individu maupun dalam melakukan tugas kami di organisasi ini. Komite PPI Singapura mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Mudah-mudahan segala amal ibadah Anda Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H Minal Aidzin Wal Faidzin 1 Oktober 2008,
a.n PPI Singapura
|
|
|
Team Nusantara Recruitment (Updated) |
|
Written by Administrator / Divisi PR, Publikasi, dan IT
|
|
Sunday, 21 September 2008 |
|
" Merah darahku, putih tulangku, bermata intan, berkulit baja, berbalung besi, ingat kita bukan bangsa tempe.." Ir. Soekarno Background:
Indonesia, in her recent decade, is challenged by democracy test that would never come easy in its history. Freedom of speech has indeed been achieved since the Reformation Era, however, freedom is not the sole objective of independence, but a prosperous and just society too. Of course, this objective is yet to be attained with 38.4 million people lives under the poverty line.
National Development Planning Agency and Central Statistic Agency (BPS) has ruled out the criterion of people living in poverty that is largely evolve around the available access to living space, food, clothes and social access. And with the population of 234 million in 33 provinces, 489 regencies, 6,357 districts and 75,411 villages, it is indeed a challenge for the government to alleviate the poverty that comes with political test whereby at times interfere the process of poverty alleviation measures.
Democracy challenge is not necessarily in line with rural development. The scarcity of resources of the government leads to the partial development of the nation. And it is not something that should be criticized by the academician. Instead, it is a task for the youths to launch a project that could contribute to the development of the motherland, Indonesia. PPI Singapura initiates Nusantara Development Initiative.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 24 September 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 1 - 8 of 17 |
halo, terima kasih udah bisa ikut me...
link:http://www.laizjj.cn
wow..... terus b'juang ya..... kami s...